YLKI Anggap OJK 1/2 Hati Tindak First Travel

YLKI Anggap OJK 1/2 Hati Tindak First Travel

YLKI Anggap OJK 1/2 Hati Tindak First Travel

       JAKARTA, Yayasan Instansi Customer Indonesia (YLKI) melihat Otoritas Layanan Keuangan (OJK) 1/2 hati menindak biro haji serta umrah, First Travel.

Hal tersebut karena sebab OJK cuma membekukan paket promo umrah murah dari First Travel, walau sebenarnya umrah regulernya juga punya masalah.

” Larangan OJK ini nanggung serta 1/2 hati. Tindakan OJK melarang umrah promo First Travel tidak efisien, ” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Kekal, dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor YLKI, Jakarta Selatan, Jumat (28/7/2017).

Baca Juga : Jokowi Mendadak Kumpulkan Menteri Bagian Ekonomi serta Maritim

Pasalnya, dia melihat, persoalan tidak cuma dari promo umrah murah saja. Tetapi juga dari paket umrah reguler. Dia mencontohkan ada aduan tentang paket umrah reguler.

Walau aduan itu bukanlah untuk First Travel, tetapi untuk Utsmaniyah Hannien Tur.

Sejumlah 1821 customer Utsmaniyah Hannien Tur mengadu tidak diberangkatkan sesuai sama jadwal.

” Tidak cuma umrah promo, namun yang reguler juga. Banyak janji dari manajemen yang diabaikan, janji refund 90 hari juga diabaikan, ” kata Tulus.

Ia memohon Kementerian Agama serta OJK untuk membekukan operasional biro haji serta umrah yang punya masalah.

Tetapi, biro umrah itu mesti tetaplah menanggung memberangkatkan calon jamaah umrah sesuai sama prosedur.

” Tolong supaya pemerintah intervensi, tidak cuma mediasi, ” kata Tulus.

Terlebih dulu, OJK membekukan penawaran perjalanan umrah promo oleh PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel yang sekarang ini dibanderol sebesar Rp 14, 3 juta.

Sedang cost umrah yang diputuskan oleh Kementerian Agama sekitaran Rp 21 juta-Rp 22 juta.

First Travel mensubsidi jamaah serta merekrut jamaah baru untuk membiayai dan memberangkatkan jamaah yang telah bayar terlebih dulu.

Support by : kompas.com