Menanggung derita Penyakit Lumpuh Terbaring Kaku

Menanggung derita Penyakit Lumpuh Terbaring Kaku

Menanggung derita Penyakit Lumpuh Terbaring Kaku

     Tarutung, Walau telah mema­suki umur 15 th., tetapi badan Pince boru Gul­tom, warga Dusun IV Pang­guan, Desa Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabu­paten Tapanuli Utara (Taput), tak tumbuh sesuai sama usianya.

Perubahan badannya malah makin lemah. Semua ototnya tidak dapat tumbuh se­perti anak seusianya. Jadi, dia cuma dapat terbaring ber­tahun-tahun di kasur. Badannya yang kecil mungil susah un­tuk digerakkan. Cuma ta­ngan serta kakinya saja yang sesekali berubah ke kiri serta ke kanan.

Waktu didapati Ketua Ko­mite II Dewan Perwakilan Da­erah (DPD), Parlindu­ngan Pur­ba di tempat tinggalnya, Sabtu (13/5), Pince cuma terbaring di kasur.

Semua badannya tampak kaku. Sese­kali dia lihat orang yang da­tang menjenguk­nya, tetapi panda­ngannya sa­yu seakan melukiskan begitu dia menanggung derita akibat serangan penyakit yang dide­ri­tanya.

Bagaimana tidak, akibat pe­nyakit yang dideritanya mem­buat keadaan badan­nya kaku tidak berdaya. Pince nyatanya menanggung derita penya­kit lumpuh.

Menurut pembicaraan, Tio Boru Simatupang ibu kandung Pince, pe­nya­kit lum­puh yang menyerang badan anak bungsunya itu telah ber­langsung sepanjang 15 th.. Penyakit ini datang waktu (Pin­ce) di umur bawa lima th. (balita).

Baca Juga : PDIP Ingatkan Wapres JK Janganlah Banyak Bicara Peka atau yang Aneh-aneh

“Waktu bayi dia pernah step (kejang) serta paling akhir jadi penyakit lumpuh. Hingga saat ini dia cuma dapat terbaring di ka­sur, ” tutur Tio Boru Simatu­pang.

Tio memberikan, mulai sejak mende­rita penyakit lumpuh dia berbarengan suaminya Sardi Gultom, sekian kali mem­bawa anaknya berobat ke dok­ter. Tetapi akhirnya tak menggem­berikan. “Sudah sekian kali kami bawa check, namun kata dokter penya­kitnya itu telah tak dapat pulih lagi, ” ung­kapnya.

Tio mengatakan, serangan penyakit lumpuh itu bukan sekedar bikin badannya tidak berdaya, namun juga ikut me­lemahkan kecerdasan intelle­gence qoutien (IQ).

“Dia IQ-nya lemah, tak dapat ber­buat apa, cuma terba­ring di kasur, ma­kan bubur serta minum susu, ” kata­nya.

Ketua Komite II Dewan Perwa­kilan Daerah (DPD), Par­lindungan Purba mengakui prihatin pada keadaan Pin­ce Boru Gultom yang men­derita penyakit lumpuh. “Kita prihatin dengan keadaannya akibat penyakit yang dideritanya, ” tutur Parlin­dungan sambil memberi pertolongan sebatas beli susu pada Pince.

Support by : harian analisa