Jokowi Mendadak Kumpulkan Menteri Bagian Ekonomi serta Maritim

Jokowi Mendadak Kumpulkan Menteri Bagian Ekonomi serta Maritim

Jokowi Mendadak Kumpulkan Menteri Bagian Ekonomi serta Maritim

 

             JAKARTA, Presiden Joko Widodo menyatukan beberapa menteri yang ada dibawah koordinasi Menteri Koordinator Bagian Perekomonian serta Menteri Koordinator Bagian Kemaritiman serta Sumber Daya.

Beberapa menteri mulai berdatangan ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/7/2017) sekitaran jam 11. 00 WIB. Agenda pertemuan ini tidak ada dalam jadwal resmi Presiden Joko Widodo yang disebarkan ke mass media.

Bahkan juga, Menteri Lingkungan Hidup serta Kehutanan Siti Nurbaya mengakui di panggil dengan mendadak.

” Belum juga tahu saya ingin ngapain ini. Mendadak. Belum juga tahu ada apa, ” ucap menteri asal partai Nasdem ini sembari masuk ruang Istana Kepresidenan.

Terkecuali Siti, menteri yang ada diantaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman serta Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Agraria serta Tata Ruangan Sofjan Djalil, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Baca Juga : Langkah Sentot Mengambil Bus Transjakarta serta Membawanya ke Pekalongan

Ada juga Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Pertemuan itu berjalan sepanjang sekitaran dua 1/2 jam.

Evaluasi

Selesai pertemuan, Siti menyebutkan kalau rapat itu adalah pelajari pada umumnya kementerian di bagian ekonomi serta kemaritiman.

” Masalah survey ekonomi, masalah catatan World Bank, hasil survey Nielsen, ” kata Siti.

Siti menyebutkan, hasil beragam hasil survey yang di uraikan tunjukkan kalau perkembangan ekonomi Indonesia telah relatif baik. Tetapi, terdapat banyak catatan yang di sampaikan Presiden.

” Ada masalah daya beli dan sebagainya, ” ucap Siti.

Diluar itu, menurut Siti, Presiden Jokowi juga menyoroti masalah kwalitas regulasi yang di keluarkan oleh tiap-tiap kementerian. Ketentuan yang di keluarkan mesti beresiko pada perbaikan ekonomi.

” Semuanya menteri barusan disuruh siaga serta hati hati dalam soal kwalitas regulasi, baik dengan formil atau materil, ” ucapnya.

Diluar itu, menurut Siti, Presiden juga menyinggung problem yang sekarang ini tengah disorot umum. Umpamanya tentang beras oplosan serta kelangkaan garam.

” Yang persepsi publiknya tengah kuat saja, ” kata dia.

Hal sama juga di sampaikan Menperin Airlangga Hartarto. Menurut Politisi Golkar ini, pertemuan didalam banyak mengulas masalah regulasi yang masih tetap menghalangi investasi.

” Serta Presiden mengemukakan beberapa hal yang butuh di perhatikan supaya perekonomian serta investasi dapat tumbuh, ekonomi dapat tumbuh, daya saing orang-orang dapat bertambah, ” ucap Airlangga

Support by : kompas.com