Ditahan KPK, Ini Ekspresi Beberapa Tersangka Suap Opini WTP

Ditahan KPK, Ini Ekspresi Beberapa Tersangka Suap Opini WTP

Ditahan KPK, Ini Ekspresi Beberapa Tersangka Suap Opini WTP

       JAKARTA, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat tersangka sangkaan suap berkaitan pemberian opini lumrah tanpa ada pengecualian (WTP) pada neraca keuangan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Ketinggalan serta Transmigrasi (PDTT) th. biaya 2016.

Ke empat tersangka keluar dari lobi Gedung KPK kenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye, Sabtu (27/5/2017) malam. Mereka ditahan sesudah di check sepanjang 1×24 jam.

Pantauan Kompas. com, tersangka yang keluar yaitu auditor Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Sadli. Ali keluar jam 23. 07 WIB dengan didampingi dua petugas KPK.

Tidak ada komentar dari Sadli. Dia coba menerobos kerumunan wartawan dengan tertunduk serta sesekali tutup muka supaya tidak tersorot kamera.

Sekitaran 10 menit lalu giliran petinggi Eselon I BPK Rochmadi Saptogiri (RS) yang keluar dari lobi Gedung KPK.

Auditor BPK Ali Sadli (ALS) yang jadi tersangka masalah sangkaan penerimaan suap pemberian opini lumrah tanpa ada pengecualian (WTP) di neraca keuangan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Ketinggalan serta Transmigrasi (PDTT) th. biaya 2016 keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (27/5/2017).

Rochmad Saptogiri juga bungkam. Ia semakin banyak tertunduk sembari tutup berwajah dengan ke-2 tangan untuk hindari sorotan kamera wartawan.

Kurang dari 10 menit lalu giliran petinggi Eselon III Kemendes Jarot Budi Prabowo serta Irjen Kemendes Sugito yang keluar nyaris berbarengan.

Sama seperti dengan Ali serta Rochmadi, ke-2 petinggi Kemendes ini juga malas berkomentar walau wartawan memberondong pertanyaan.

Walau tidak tampak menutupi muka, Jarot Budi Prabowo jalan cepat sembari tertunduk ke arah wartawan serta menerobos di tengah-tengah untuk menuju mobil tahanan.

Baca Juga : Kata Wiranto, Indonesia dirundung kebimbangan kebhinekaan

Sesaat Sugito tersenyum tanpa ada keluarkan kalimat. Ia lalu masuk ke mobil tahanan KPK berbarengan Jarot Budi Prabowo.

Irjen Kemendes PDTT Sugito (SUG) keluar dari gedung KPK, Sabtu (27/5/2017).
Juru Bicara KPK Febri Diansyah terlebih dulu menyampaikan beberapa tersangka tak diletakkan satu tahanan.

Sugito serta Jarot Budi Prabowo diletakkan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Sesaat Rochmadi Saptogiri ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Timur.

Sedang Ali Sadli diletakkan di Rutan Cabang KPK di Guntur.

” Pada empat orang tersangka dalam masalah suap ke auditor BPK, dikerjakan penahanan untuk 20 hari pertama mulai 27 Mei-15 Juni 2017, ” kata Febri.

Seperti di ketahui, keempatnya jadi tersangka dalam masalah sangkaan suap. Sugito, yang disebut Irjen Kemendes PDTT serta Jarot Budi Prabowo sebagai petinggi eselon III Kemendes disangka menyogok Auditor BPK Ali Sadli serta Petinggi Eselon I BPK Rochmadi Saptogiri.

Sugito serta Jarot disangka lakukan penyuapan supaya BPK memberi opini WTP atas neraca keuangan Kemendes PDTT Th. Biaya 2016.

Petinggi Eselon III Kemendes Jarot Budi Prabowo (JBP) keluar dari gedung KPK, Sabtu (27/5/2017). (Kompas. com/Robertus Belarminus)

KPK yang mencium ada sangkaan suap untuk pelicin opini WTP itu pada akhirnya lakukan operasi tangkap tangan di kantor BPK.

Sebagai pihak pemberi suap Sugito serta Jarot dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Th. 1999 sebagai mana sudah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Th. 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 KUHP Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sesaat Rochmadi serta Ali, sebagai pihak penerima suap didugakan dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Th. 1999 sebagai mana sudah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Th. 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 KUHP Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Support by : kompas.com