Bulan Kemerdekaan serta Kesyahduan Lantunan Zikir di Istana...

Bulan Kemerdekaan serta Kesyahduan Lantunan Zikir di Istana…

Bulan Kemerdekaan serta Kesyahduan Lantunan Zikir di Istana...

             JAKARTA, ” Lailahailallah, lailahailallah, lailahailallah…, ” lantunan zikir itu bergema dari halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/8/2017) malam.

Lantunan itu datang dari sekitaran seribu ulama yang diundang Presiden Joko Widodo ke acara ” Zikir Kebangsaan Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan “. Sesuai sama namanya, acara ini di gelar untuk memperingati HUT kemerdekaan RI ke-72 yang juga akan jatuh pada 17 Agustus yang akan datang.

Pihak Istana Kepresidenan memanglah rayakan HUT RI sepanjang sebulan penuh, serta diawali dari zikir di halaman Istana Kepresidenan.

Karpet besar berwarna hijau dibentangkan menutupi rumput, jadi alas duduk beberapa ulama. Keran-keran disediakan di beberapa bagian untuk ambil air wudhu.

Baca Juga : Kuasa Hukum Sebut Kesaksian Penyidik Untungkan Ridho Rhoma

Bangunan Istana Merdeka yang berubah-ubah warna ikuti sorotan lampu, buat situasi jadi lebih meriah, namun masih tetap khidmat.

” Kita buka kemerdekaan ini dengan mengucap sukur, memanjatkan doa pada Allah. Di hari berbahagia ini, mari lah kita memanjatkan doa untuk pejuang, pendiri bangsa, kiai, alim ulama, habib, dan tokoh agama serta tokoh daerah yang berjasa besar untuk bangsa Indonesia, ” kata Jokowi dalam sambutannya.

Beberapa ulama yang datang dari beragam daerah di semua Indonesia, mulai berdatangan ke Istana jam 17. 00 WIB. Mereka menggunakan baju muslim serba putih.

Sesudah menunaikan beribadah shalat Maghrib berjemaah, beberapa ulama nikmati sajian yang telah disediakan pihak Istana. Ada nasi kebuli, soto betawi siomay, serta bir pletok jadi sajian penutup.

Presiden Joko Widodo yang kenakan baju putih serta sarung hitam, baru keluar dari Istana Merdeka serta gabung di halaman jam 19. 30 WIB.

Jokowi didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator bagian Politik, Hukum serta Keamanan Wiranto, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Ada pula beberapa ulama, seperti Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin, sepuh Partai Persatuan Pembangunan KH Maimoen Zubair, serta Ketua Majelis Zikir Hubbul Wathon Miftahul Ahyar.
Ma’ruf Amin berterima kasih pada Jokowi yang sudah mengundang beberapa ulama. Ia menyebutkan, ini yaitu yang pertama kalinya acara zikir di gelar di Istana.

” Semoga bisa selalu dikerjakan di tiap-tiap bulan Agustus memperingati kemerdekaan 17 Agustus, ” kata dia.

Ma’ruf menyebutkan, kemerdekaan Indonesia memanglah tidak dapat dilepaskan dari agama Islam. Bahkan juga, beberapa pendiri bangsa menyebutkan dalam pembukaan UUD 1945, sebenarnya kemerdekaan ini yaitu atas karena rahmat Allah SWT.

” Karenanya malam hari ini kita mengetuk pintu langit untuk memohon barokah serta rahmat Allah SWT, supaya negara ini, supaya umat bangsa Indonesia, jadi sejahatera aman serta damai, ” ucap Ma’ruf.

Sesaat, Presiden Jokowi berterima kasih pada semua ulama dari beragam daerah yang telah ada penuhi undangannya. Jokowi mengajak beberapa ulama untuk mensyukuri nikmat kebhinekaan yang telah diberi Allah pada Indonesia.

Menurut Jokowi, banyak pemimpin negara beda mengagumi akan dengan kebinekaan Indonesia yang berlandaskan Pancasila.

” Mereka mengagumi akan karna tahu nikmat hidup dalam toleransi serta kedamaian. Oleh karenanya, kita harus syukuri nikmat Allah dengan berusaha keras, bersukur, berdoa serta berzikir, ” ucap Jokowi.

Selesai Jokowi mengemukakan sambutan, zikir juga diawali. Jokowi serta beberapa petinggi turut berzikir serta membaca surat Yasin sampai acara usai jam 21. 00 WIB.

Waktu juga akan meninggalkan istana, tiap-tiap ulama yang ada memperoleh bingkisan kenang-kenangan dari Jokowi.

Support by : kompas.com