Bendungan Raknamo Spesial, Dikunjungi Jokowi Dua Kali

Bendungan Raknamo Spesial, Dikunjungi Jokowi Dua Kali

Bendungan Raknamo Spesial, Dikunjungi Jokowi Dua Kali

     KUPANG,  Bendungan Raknamo begitu spesial di mata masyarakat Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagaimana tidak, bendungan yang berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto itu sudah dua kali dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pada 20 Desember 2014, Presiden Jokowi turun langsung untuk melakukan peletakan batu pertama (ground breaking).

Kemudian pada Sabtu, 25 Juli 2015 orang nomor satu di Indonesia itu kembali meninjau pembangunan bendungan yang berjarak sekitar 33 kilometer arah Timur Kota Kupang.

Menempati lahan seluas 245,39 hektar, bendungan ini dibangun oleh PT Waskita Karya (persero) dengan pagu anggaran Rp 760 miliar. Sumber dana brrasal dari APBN dengan jangka waktu pembangunan 5 tahun sejak 2014 hingga 2019.

Per akhir September 2017, perkembangan konstruksi telah mencapai 95,92 persen. Pekerjaan yang tersisa hanya pekerjaan minor yakni terkait hidromekanikal untuk turbin dan perapian.

Baca Juga : “Tingkah Pansus Angket KPK Buat Kita Geleng-geleng Kepala…”

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Agus Sosiawan mengatakan, keberadaan Bendungan Raknamo itu dalam rangka memenuhi kebutuhan air baku dengan kapasitas layanan 100 liter per detik.

Selain itu juga untuk pengembangan daerah irigasi seluas 841 hektar (1.250 hektar potensial) dan pengendalian banjir sebagian wilayah Kabupaten Kupang
“Keberadaan Bendungan Raknamo juga menjadi pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dengan kapasitas 0, 22 Mega Watt,” kata Agus kepada sejumlah wartawan di lokasi Bendungan Raknamo, Sabtu (23/9/2017).
Presiden Joko Widodo menunjuk terowongan Bendungan Raknamo, Kabupaten Kupang, NTT yang hampir kelar pengerjaannya, Sabtu (25/7/2015)(Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere)
Bendungan Raknamo sendiri, lanjut Agus, adalah tipe bendungan urugan zonal inti tegak, dengan tinggi bendungan utama yakni 37 meter, tinggi bendungan saddle 14 meter, dengan panjang puncak total mencapai 449, 50 meter.

Sedangkan untuk kapasitas tampungan total 14,09 juta meter kubik, kapasitas tampungan efektif 10, 26 juta meter kubik, kapasitas tampungan mati 3,83 juta meter kubik dan luas tampungan pada elevasi muka air bendungan (EL) dan permukaan genangan normal (NWL) 147, 30 hektar.

Saat ini realisasi pekerjaan yang telah dilaksanakan yakni tubuh bendungan utama, saluran dan terowongan pengelak, bendungan pelimpah, bendungan pelana (saddle dam), primary cover dam (up stream dan down stream), bangunan fasilitas (gardu pandang), pemasangan instrumen pada tubuh bendungan dan akses jalan masuk sepanjang 3,5 kilometer.

“Diharapkan awal 2019 sudah bisa kita rilis untuk masyarakat Kabupaten Kupang. Tentunya kami perlu koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Kupang kesiapan untuk menyediakan kesiapan jaringan air ke warga,”ujarnya.

Agus pun berharap, keberadaan bendungan itu bisa membantu warga sekitar guna memeroleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.(K57-12).

Support by : kompas.com